Rabu, 24 Agustus 2011

Bukan Sihir, Sulap Fakir Hanya Seni


Dahulu, kita sering dibuat terkagum-kagum dengan penampilan pesulap David Coperfield. Bahkan hingga sekarang pun, jika menonton penampilan David Coperfield, banyak pertanyaan tak terjawab berputar-putar di kepala kita. Saat David Coperfield berjaya beberapa tahun lalu, kondisi sulap lokal kita belum terlalu maju. Kita masih sering disuguhi pertunjukkan sulap dengan musik yang itu-itu juga, dan trik yang itu-itu lagi.

Kini Stasiun televisi pun menyediakan ruang yang cukup terhormat bagi para pesulap kita. trik sulap yang dipertunjukkan kini semakin beragam, kini berbagai aliran sulap mulai banyak dikenal orang. Ada yang menyebut diri mentalist, ilusionist, hypnotist, sampai dengan fakir magic. Nah, yang terakhir itu mungkin agak aneh terdengar

Istilah ini mengacu pada para penampil di India yang pada saat sekarang disebut dengan nama pesulap. Masih ingat dengan pertunjukan orang India yang suka berbaring di atas papan penuh paku? Setelah berbaring, kadang tubuh pesulap itu masih diinjak oleh temannya lagi. Ajaibnya, meski berbaring di atas paku tajam dengan beban di atasnya, pesulap itu tidak terluka sedikit pun padahal mereka tidak menggunakan alat sulap yang mewah or yang aneh – aneh lho
Dulu, atraksi semacam itu, termasuk juga atraksi menggores-goreskan golok tajam ke tubuh, kita kenal sebagai atraksi debus. Di dunia internasional, atraksi itu tergolong dalam pertunjukan sulap. Lalu, apakah fakir magic membutuhkan kekuatan supranatural tertentu? Terus terang, soal itu saya tidak tahu. Tapi beberapa sumber mengatakan, fakir magic adalah keterampilan yang tidak membutuhkan dukungan supranatural. Semua itu bisa dipelajari sebagaimana kita bisa mempelajarinya
Info terkait – alat sulap

Related Post



Tidak ada komentar:

Posting Komentar